CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>> JELAJAH Nusantara Bandar Udara Hasanuddin Bergaya Modern Futuristik

Bandar Udara Hasanuddin Bergaya Modern Futuristik

alt

Sultan Hasanuddin International Airport merupakan sebuah bandara yang terletak di kota Makassar. Bandara ini sebenarnya sudah dibangun mulai dari tahun 1935. Tetapi seiring meningkatnya jumlah penumpang, maka bandara lama tentu sudah tidak cukup lagi menampung, sehingga pada 26 September 2008  diresmikan terminal barunya yang bergaya modern futuristik oleh Presiden SBY.

Bandar Udara Hasanuddin dibangun tahun 1935 oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan nama Lapangan Terbang Kadieng, yang terletak sekitar 22 kilometer disebelah utara kota Makassar dengan konstruksi lapangan terbang rumput. Lapangan terbang dengan landasan rumput yang berukuran 1,600 meter x 45 meter (Runway 08-26) diresmikan pada 27 September 1937, ditandai dengan adanya penerbangan komersial yang menghubungkan Surabaya-Makassar dengan Pesawat jenis Douglas D2/F6 oleh perusahaan KNILM (Koningklijke Netherland Indische Luchtvaan Maatschappij).

alt

Tahun 1942 oleh pemerintah pendudukan Jepang, landasan tersebut ditingkatkan dengan konstruksi beton berukuran 1,600 meter x 45 meter yang sekarang menjadi Lapangan Terbang ini diubah namanya menjadi Lapangan Terbang MANDAI. Tahun 1945 pemerintah SEKUTU (Hindia Belanda) membangun landasan baru dengan konstruksi onderlaag (Runway 13-31) berukuran 1745 meter x 45 meter yang mengerahkan 4000 orang ex tentara Romusha.

Pada 30 Oktober 1994, Bandar Udara Hasanuddin dinyatakan sebagai Bandar Udara Internasional sesuai dengan keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 61/1994 tanggal 7 Januari 1995 dan diresmikan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Sulawesi Selatan. Pada 28 Maret 1995 yang ditandai dengan penerbangan Perdana oleh Malaysian Airlines System (MAS) langsung dari Kuala Lumpur ke Bandar Udara Hasanuddin Makassar, disusul kemudian dengan penerbangan Silk Air yang menghubungkan Changi Singapore dengan Bandar Udara Hasanuddin, hal ini tidaklah berarti bahwa pada 28 Maret 1995 Bandar Udara Hasanuddin pertama kali melayani penerbangan Internasional, tetapi sejak tahun 1990 Bandar Udara Hasanuddin digunakan sebagai Bandar Udara Embarkasi/Debarkasi Haji langsung dari Makassar ke Jeddah.

alt

Selain itu, Bandar Udara Hasanuddin jauh sebelumnya juga melayani penerbangan lintas Internasional di wilayah Yuridiksi pengawasan/pengendalian Kawasan Timur Indonesia Makassar UCA (Upper Control Area) yang mencakup wilayah udara melalui sebagian Kalimantan bagian barat hingga perbatasan negara Papua New Guinea di sebelah timur, dan dari perbatasan wilayah Udara Australia disebelah selatan hingga perbatasan wilayah Udara Philipina dan Oakland (Amerika Serikat).  

Di sebelah utara Bandar Udara Hasanuddin juga merupakan pintu gerbang udara di kawasan timur Indonesia dan Propinsi Sulawesi Selatan khususnya, dimana bandar udara ini telah memberikan corak tersendiri sebagai bandar udara transit yang diarahkan turut mendukung dan mengembangkan pariwisata, mobilisasi arus penumpang serta berpartisipasi dalam perdagangan dan industri.

Add comment