CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>> JELAJAH Nusantara Grand Hotel Preanger Berciri Bangunan Kuno Art Deco

Grand Hotel Preanger Berciri Bangunan Kuno Art Deco

alt

Salah satu hotel di Kota Bandung yang masih mempertahankan ciri khas bangunan kuno berdesain art deco adalah hotel Grand Hotel Preanger. Sebuah hotel yang terletak di jalan Asia-Afrika yang bergaya art deco geometric.

Grand Hotel Preanger pada awalnya merupakan sebuah toko hingga kemudian mengalami beberapa kali renovasi dan berubah fungsi menjadi hotel. Grand Hotel Preanger terletak di Jalan Asia Afrika No. 81, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung. Hotel berada padalokasiyang strategisdengan batas utara: Jalan Naripan, batas Timur: Jalan Tamblong, batas Selatan: Jalan Asia Afrika, batas barat: Dinas Pekerjaan Umum. Kini kawasan tersebut telah menjadi kawasan perkantoran dan pusat perdagangan.

Grand Hotel Preanger didirikan pada tahun 1897 oleh W. H.C Van Deertekom dengan gaya arsitektur Baroq. Pada tahun 1930an Hotel Preanger mengalami perluasan dan perombakan oleh arsitek ternama Prof. Ir. C. P. Wolff Schoemaker dengan gaya arsitektur modern fungsional stream line dengan art deco Geometrik. Pada bagian muka hotel tampak hiasan yang mirip gaya Indian di Amerika Selatan. Pada tahun 1980-an bangunan ini kembali mengalami perluasan, terutama pada bagian timur sisi timur. Gaya arsitektur yang ditampilkan saat ini banyak mendapat pujian sebagai karya baru yang serasi dengan bangunan lama.

alt

Rancangannya yang baru sangat memperhatikan gaya dan desain bangunan lama yang menjadi acuan utama. Hotel ini di desain ulang oleh C.P. Wolff Schoemaker pada tahun 1929 dibantu oleh seorang muridnya sebagai juru gambar yang tak lain adalah Ir. Soekarno, yang kemudian menjadi presiden pertama Indonesia. Hotel Preanger menghadap ke arah Selatan ke Jalan Asia Afrika, dengan luas bangunan ± 1638 m², dan berdiri diatas tanah seluas ± 2572 m².

Sekitar lima meter sebelah barat hotel (dimuka gedung PU) terdapat patok sebagai tanda 0 (nol) Km Kota Bandung, yang dibuat oleh oleh Gubernur Jendral Daendels pada tahun 1894, pada waktu pembuatan Jalan Pos. Hotel ini dijadikan sebagai objek wisata budaya karena berada berdekatan dangan bangunan-bangunan kuno di sekitar kawasan alun-alun. Hotel ini relatif banyak diketahui keberadaannya oleh masyarakat.

Meskipun telah beberapa kali direnovasi, Grand Hotel Preanger tetap menampakkan eksterior klasiknya yang bersejarah. Masih dipertahankannya bentuk bangunan kuno tersebut, membuat Grand Hotel Preanger memiliki nilai lebih. Banyaknya bermunculan hotel-hotel baru di Bandung tak membuat Grand Hotel Preanger tergeser dari persaingan.

Add comment

Security code
Refresh