CARI ARTIKEL

Link

fb tw yt fr

Pilih Bahasa :

>> WARNA Roda Warna Kenali Teori Dasar Warna Sebelum Memilih Warna Untuk Rumah

Kenali Teori Dasar Warna Sebelum Memilih Warna Untuk Rumah

Memilih warna untuk rumah sekilas terlihat mudah tetapi ketika Anda mulai untuk menentukan warna apa yang akan Anda terapkan terkadang Anda mengalami kesulitan. Bisa saja Anda menggunakan warna yang Anda suka namun tidak selamanya warna tersebut mampu menciptakan kesan ruangan yang sesuai dengan keinginan Anda.

teori dasar warnaUntuk memudahkan Anda dalam menetukan warna rumah Anda sebaiknya mengetahui mengenai teori warna yang paling mendasar. Ada beberapa teori warna yang diungkapkan oleh para ahli tetapi teori warna yang paling terkenal adalah teori warna Brewster. Dalam teori ini Brewster mengatakan ada 3 warna dasar yang disebut dengan warna primer yaitu merah, kuning, dan biru.

Dari ketiga warna primer tersebut bila dicampur akan menghasilkan warna sekunder. Hijau hasil campuran antara kuning dengan biru, oranye hasil campuran antara merah dengan kuning, dan ungu yang merupakan warna campuran antara merah dengan biru.

Warna primer dengan warna sekunder masih memiliki warna turunan yang disebut warna tersier diantaranya campuran merah dan oranye, oranye dan kuning, kuning dan hijau, dan selanjutnya. Hitam dan putih tidak termasuk karena bila dicampur dengan warna lain hanya akan menimbulkan gradasi atau turunan warna bukan warna baru.

Pada teori warna juga dikenal istilah warna monokromatik, yaitu warna yang diperoleh dari hasil gradasi warna pilihan. Gradasinya mulai dari yang paling terang hingga yang paling pekat. Misalnya, warna hitam memiliki warna monokromatik dari hitam pekat, hitam pudar, abu-abu, hingga putih. Jika warna itu merah, warna monokromatiknya mulai dari merah paling pekat (marun), merah biasa, merah terang, merah muda, hingga putih kemerahan.

Untuk kesan, ahli membagi warna menjadi warna hangat (warm colour) dan warna sejuk (cool colour). Dalam kehidupan sehari-hari, menurut psikolog dan art therapist Monty P Satiadarma, perlu diseimbangkan antara pemanfaatan warna-warna hangat dan warna sejuk. Warna hangat antara lain merah, oranye, kuning dan coklat. Menurut teori warna, jenis ini bisa mengesankan kecepatan berpikir dan kehangatan sekaligus menarik perhatian. Kelompok warna ini juga diasosiasikan dengan kebahagiaan dan kenyamanan. Selain itu, kelompok warna ini memiliki kekuatan untuk membuat tulisan dan gambar jadi eye catching. Sayangnya warna hangat punya kekurangan, akan jadi membosankan bila tak dikombinasikan dengan warna lain.

Sedangkan yang termasuk warna sejuk yaitu biru, hijau, dan ungu. Warna sejuk menimbulkan persepsi pada waktu, seakan diperlambat. Maksudnya, suasana yang lebih tenang dan santai, seperti yang terasa bila Anda berada di pinggir pantai. Warna sejuk ini lebih selaras dengan alam di sekeliling, sehingga tidak mendatangkan lonjakan emosi. Kurang lebih serupa dengan saat Anda menyaksikan rerumputan hijau dan langit yang biru.

Dari teori warna yang paling mendasar tersebut Anda dapat menemukan banyak warna yang bisa dijadikan pilihan untuk warna rumah Anda. pilihlah warna sesuai dengan kesan yang ingin Anda tampilkan. Selamat mencoba!

Add comment

Security code
Refresh